Tanpa Jose Mourinho,Didier Drogba Bukan Siapa Siapa

Bolajp.info
Tanpa Jose Mourinho,Didier Drogba Bukan Siapa Siapa

Legenda Chelsea, Didier Drogba ternyata berutang jasa pada Jose Mourinho, pelatihnya dahulu. Dia mengaku menjalani masa-masa hebat saat menjalani karier di bawah bimbingan Mourinho beberapa tahun silam.

Drogba baru saja mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola. Kariernya berjalan gemilang, Drogba meraih banyak trofi bersama Chelsea. Dia bahkan layak dianggap sebagai salah satu striker terbaik yang pernah berlaga di Premier League.

Meski demikian, ternyata Drogba pernah sempat putus asa dan ingin meninggalkan Chelsea di musim pertamanya. Saat itu dia mengaku tidak percaya diri dan ingin mencari zona nyaman, yakni dengan meninggalkan Chelsea.

Namun, niat itu urung terwujud karena bantuan Jose Mourinho.

Saat pertama kali datang ke Chelsea, Drogba harus siap bersaing dengan banyak pemain hebat lainnya. Saat itulah dia merasa tak percaya diri dan ingin kembali ke klub lamanya, di mana dia selalu jadi pilihan utama.

“Ada masa di mana setelah musim pertama saya mencari zona nyaman, yang berarti kembali ke Marseille untuk jadi satu-satunya striker dengan tim yang bermain untuk anda,” ungkap Drogba kepada Mirror.

Saat itulah Mourinho memainkan perannya sebagai pelatih. Dia mengasah mentalitas Drogba dengan menantang dia untuk berani menghadapi tantangan dan mencoba jadi salah satu raja di antara banyak pemain hebat di Chelsea.

“Lalu saya mendengar Mourinho mengatakan sesuatu yang sangat menarik bagi saya dan tim. Dia bicara soal para pemain. Dia mengatakan: ‘anda tahu, jika anda ingin jadi satu-satunya raja, maka kembalilah ke tim di mana anda bermain dan mencetak gol. Kembalilah ke sana’.”

“Tetapi di sini ada 22 raja. Jadi anda harus menerima itu, bekerja bersama, atau pergi – pergilah kembali pada tim anda dan jadi satu-satunya raja ketika semua orang bermain untuk anda’.”

Dybala : Berharap Messi kembali Bela Argentina

Saat itulah Drogba menyadari bahwa dia harus bekerja keras di Chelsea. Dia pun membatalkan niatnya kembali ke Marseille dan sisa kariernya seperti yang kita semua ketahui, dia jagi raja di Chelsea.

“Saya memahami itu. Bagi saya, itulah tantangan yang saya tunggu dan saya sudah pernah melakukan itu dengan Marseille. Sekarang saya tiba di tim yang bahkan bek tengah mereka bisa mencetak 10 atau 15 gol semusim. Tiba-tiba saya berpikir: ‘wow, di mana tempat saya di sini?’,” tutup dia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*